Tempe orek kering | foto ilustrasi: Gemini AI
Brilio.net – Tempe orek kering menjadi salah satu lauk favorit yang praktis dan tahan lama. Perpaduan rasa manis gurih dengan tekstur yang renyah membuat lauk ini cocok untuk dijadikan bekal sehari-hari, terutama bagi yang tidak punya waktu untuk memasak setiap hari. Ambil sesendok saja, nasi hangatnya langsung terasa lebih lengkap.
Selain mudah dibuat, orek tempe juga fleksibel karena bisa bertahan beberapa hari dalam wadah tertutup tanpa cepat basi. Kuncinya ada pada teknik memasak yang benar, mulai dari proses menggoreng tempe, hingga mengolah bumbu hingga benar-benar kering.
Bahan
– 2 lembar papan tempe, potong kecil memanjang
– 5 siung bawang putih, iris tipis
– 3 siung bawang merah, iris tipis
– 3 buah cabai merah keriting, iris miring
– 5 cabai rawit (opsional)
– 2 lembar daun salam
– 2 cm lengkuas, haluskan
– 3 sendok makan kecap manis
– 1 sdm gula merah, serut
– 1 sdt garam
– ½ sdt kaldu bubuk (opsional)
– 100 ml air
– Minyak goreng secukupnya
Cara membuat
1. Panaskan minyak, goreng tempe hingga kering dan berwarna keemasan. Angkat dan tiriskan.
2. Kecilkan minyak, tumis bawang putih dan bawang merah hingga harum.
3. Tambahkan cabai, daun salam dan lengkuas. Tumis hingga bumbu matang.
4. Tambahkan kecap manis, gula merah, garam dan kaldu bubuk. Aduk rata.
5. Tuang air, masak hingga bumbu agak mengental.
6. Masukkan tempe goreng, aduk hingga semua bumbu terserap merata.
7. Masak dengan api kecil hingga air menyusut dan tempe benar-benar kering.
8. Cek rasa, angkat dan dinginkan sebelum disimpan.
Durasi & Porsi
– Waktu memasak: ±30 menit
– Porsi: 4–5 orang
Tips Menyimpan Orek Tempe Agar Tahan Lama
1. Pastikan sudah benar-benar kering sebelum disimpan
Ini adalah kunci utamanya. Orek tempe yang masih mengandung air akan lebih cepat berjamur dan basi. Masak hingga bumbu benar-benar kering dan tidak ada air tersisa di wajan.
2. Dinginkan terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam wadah
Jangan langsung menutup orek tempe saat masih panas. Uap panas yang terperangkap di dalam wadah dapat menimbulkan kondensasi yang membuat tempe menjadi empuk dan cepat rusak.
3. Gunakan wadah kedap udara
Simpan orek tempe dalam toples kaca yang tertutup rapat atau wadah plastik food grade. Hindari wadah yang tidak kedap udara karena paparan udara mempercepat perubahan tekstur dan rasa.
4. Simpan pada suhu ruangan atau lemari es sesuai kebutuhan
Pada suhu ruangan, orek tempe bisa bertahan 3-5 hari asalkan tempat penyimpanannya tidak lembab. Jika ingin lebih tahan lama, simpan di kulkas dan orek tempe bisa bertahan hingga 1-2 minggu. Keluarkan secukupnya saat hendak dimakan, jangan diambil dengan sendok basah.
5. Hindari menyimpan bersama lauk lain yang ada kuahnya
Uap lauk yang berkuah bisa masuk ke dalam wadah dan membuat orek tempe menyerap kelembapan. Simpan dalam wadah terpisah untuk menjaga kualitas.
Pertanyaan Umum
1. Kenapa orek tempe harus digoreng dulu sampai kering?
Agar teksturnya renyah dan tidak mudah empuk bila dicampur dengan bumbu basah.
2. Apakah bisa dibuat tanpa gula merah?
Bisa. Namun rasa khas manis dan gurihnya akan sedikit berbeda. Gula merah bisa diganti dengan gula pasir sebagai alternatifnya.
3. Mengapa orek tempe menjadi empuk?
Biasanya karena tempe kurang kering saat proses penggorengan, atau bumbu masih terlalu basah saat dimasukkan tempe.
4. Apakah orek tempe bisa dibekukan di freezer?
Ya, meski teksturnya mungkin sedikit berubah setelah dicairkan. Simpan dalam wadah kedap udara dan keluarkan secukupnya sebelum dikonsumsi.
5. Apakah penambahan cabai rawit mempengaruhi umur simpan orek tempe?
Tidak signifikan, asalkan tempe dimasak hingga benar-benar kering. Cabai yang tidak kering sebenarnya bisa menjadi sumber kelembapan, jadi pastikan matang hingga matang saat proses menumis.
Pengarang: Anggita Cahya Rosdiana
Biografi: Alumni Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang yang berpengalaman menulis artikel ilmiah yang dipublikasikan, serta aktif menulis artikel blog pribadi. Beberapa artikel mengangkat topik kopi seperti Robusta dan Arabika sebagai bagian dari eksplorasi minat. Saat ini, ia tertarik mengembangkan tulisan dengan topik kuliner dan gaya hidup, serta memiliki ketertarikan pada bidang komunikasi digital.
(brl/timah)
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.




